Kadang kita harus menunggu,
dan hanya bisa menunggu.
Diminta menunggu,
bersabar dulu,
mungkin karena kita selalu,
terburu waktu,
membuang detik menit berlalu.
Menunggu,
duduk saja dulu,
tidak usah tergesa dan terpacu,
hilangkan rasa kecewa itu,
besarkan hati yang sempat kecil sebegitu.
Menunggu,
berusaha dulu,
biarkan doa terus berlagu,
karena Sang Empunya Waktu,
Maha Punya Rencana kan, Bu?
Kadang kita harus menunggu,
dan tak ada yang salah dengan itu.
Teruntuk anak dari suamiku, yang masih rencana Tuhan.
Ibu tunggu ya, Nak.
Originally posted in my other blog.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
mbak puisinya bagus, sesuai dengan perasaan hati sy skrg..
ReplyDeletesaya repost ya mbak
Silakan, dear. Semangat, dan jangan berhenti berdoa. Tuhan Maha Baik :)
Delete