Tuesday, June 28, 2016

Ketika Harus Pilih Stroller Terbaik...

I have to admit... Belanja untuk keperluan bayi itu sangat menyenangkan, terlebih karena barang-barangnya banyak yang bikin gemes, belum lagi 'racun' dari para mbak-mbak toko yang dengan entengnya bilang, "Ibu harus punya ini itu anu ono, loh!" Sambil menyodorkan list belanja berisi kira-kira 100+ barang. Aduh, gawat banget kalau kontrol diri kita (tepatnya, SAYA) lemah. Untungnya, selama ini nggak pernah ke baby shop sendirian - selalu ditemani suami. Kalau belanja sendirian, sepertinya saya akan langsung borong semua barang yang ada di list belanja dari toko bayi.

Keperluan bayi (dan keinginan ibunya) memang cukup banyak, tentunya butuh modal untuk memenuhinya. Kami lumayan terbantu dengan beberapa barang 'warisan' dari kakak saya yang masih bagus dan layak pakai, seperti baby cot dan baby tafel, car seat, stroller, bouncer, mainan dan baju-baju. Baby cot dan baby tafel yang terbuat dari kayu hanya tinggal dibersihkan dan dicat ulang, kalau beli baru di Stellamas sepertinya kami harus keluar biaya 10x lipat. Kondisi car seat Britax First Class Si masih cukup bagus setelah dicuci bagian cover-nya, meskipun car seat ini lumayan bulky jika dibandingkan versi barunya tapi kami masih merasa car seat ini masih bisa berfungsi baik. Untuk stroller, kami dapat lungsuran 2 buah yaitu McLaren Quest Sport dan Peg Perego Pliko P3 - jelas bukan model terbaru juga, tapi kondisi masih cukup bagus. Setelah dicuci, kedua stroller ini tampak baik-baik saja. Tetapi saya memerhatikan ada hal yang mengganggu dari stroller Peg Perego - di bagian pegangan terlihat ada subtansi aneh seperti gemuk dan ketika dipegang terasa lengket. Sudah coba dilap bersih dengan sabun dan bahan pembersih lain, tetapi masih muncul juga. Jadi galau, apakah stroller ini masih bisa dipakai atau tidak.

Akhirnya, suami saya memutuskan untuk membeli stroller baru demi keamanan dan kenyamanan si bayi nantinya. Obviously, saya senang sekali menyambut kabar gembira ini - the anticipation, the excitement of browsing through tons of Youtube vids and blog reviews, lihat-lihat online shop di Instagram dan di situs-situs e-CommerceIt's the kind of therapy that works best terutama di malam hari saat sulit tidur, maklum sudah masuk trimester ketiga where a good-night sleep is truly a luxury. Beberapa hari berselang setelah dapat lampu hijau untuk beli stroller, maka saya sudah menjatuhkan pilihan pada beberapa merek stroller - hanya saja, saya ingin melihat dan memegang langsung barangnya dulu, jadi tidak ingin terburu-buru beli secara online.

Berikut ini langkah-langkah yang saya lakukan sebelum memutuskan pilihan stroller yang akan dibeli, alias my stroller buying guide.

1. Tentukan budget pembelian stroller
Saya menganggap stroller ini bukan keperluan primer untuk si bayi sehingga harga stroller tidak memiliki pengaruh langsung terhadap tumbuh kembang anak. Kalau beli stroller yang paling premium sekalipun, nggak membuat anak saya nantinya langsung bisa ngomong, membaca, menulis, serta jago main piano, kan? Jadi, tentukan range harga yang wajar sesuai kemampuan kita, tidak perlu memaksakan diri karena stroller ini akan terlihat keren dan bagus saat dibawa jalan-jalan ke mal - fungsi, kenyamanan, dan keamanan stroller lebih penting daripada sekedar penampilan. Dari penentuan budget ini, sudah jelas kalau Bugaboo Cameleon dan Stokke Xplory nggak masuk dalam pilihan karena muahaal buanget. Bye, bye...

2. Tentukan masa pakai stroller
Beberapa tipe stroller tidak bisa digunakan sejak bayi baru lahir karena dudukannya tidak bisa fully-reclined untuk mengakomodasi bayi tidur telentang, biasanya stroller ini bentuknya lebih compact sehingga lebih ringan dan lincah untuk mengimbangi berat badan anak yang semakin bertambah dan geraknya yang semakin aktif. Kalau ingin praktis dan hemat, sebaiknya pilih stroller yang bisa dipakai oleh newborn hingga anak berusia 3-4 tahun (berat badan sekitar 25kg). Karena sudah punya MacLaren Quest Sport yang ringan untuk toddler, maka saya fokus mencari stroller yang bisa dipakai sejak Day 1.

3. Tentukan fungsi / fitur stroller yang diinginkan
Biasanya setiap merek dan tipe stroller punya ciri khas dan fungsi yang jadi unggulan merek tersebut, jadi saat screening kita harus tahu fitur apa saja yang kita inginkan, serta penggunaan stroller ini lebih banyak untuk apa dan dibawa kemana. Kalau lihat beberapa video review dari luar negeri, kebanyakan mereka pakai stroller untuk jalan-jalan di luar ruang dengan kondisi jalanan beraspal atau concrete sehingga fitur yang mereka cari adalah roda stroller yang besar, pegangan yang kokoh, serta memiliki sun-shade atau kanopi yang lebar. Sedangkan di Indonesia, kemungkinan besar kita lebih tertarik untuk menggunakan stroller yang ringan, mudah dilipat dan disimpan di mobil, karena stroller lebih banyak untuk jalan-jalan di mal atau indoor area. Kriteria stroller yang saya inginkan cukup sederhana, yaitu ringan namun handle-nya kokoh, mudah dilipat dan dibuka kembali, muat di bagasi mobil saya, serta memiliki alas yang nyaman untuk bayi.

4. Tentukan mau beli di mana
Mengapa pemilihan toko jadi penting? Karena hari gini, beda harga sedikit itu ngaruh banget, Jenderal! Dibandingkan toko-toko di mal besar, tentu toko-toko bayi seperti di ITC Kuningan, ITC Fatmawati atau ITC Cempaka Mas bisa memberikan harga yang lebih bagus untuk barang yang sama. Kalau dari sisi kenyamanan berbelanja dan ketersediaan barang, jelas toko bayi di mal besar lebih oke. Pilihan lain adalah toko-toko online, baik yang punya situs sendiri maupun di marketplace, atau bahkan di Facebook dan Instagram. Toko-toko online ini biasanya menawarkan harga yang cukup miring jika dibandingkan toko di mal besar, tapi mesti hati-hati memilih toko karena kita belum / tidak bertemu langsung dengan si penjual. Karena saya ingin dapat harga bagus sekaligus bisa lihat barang langsung sebelum membeli, maka pilihan saya adalah toko bayi di ITC atau toko online yang juga punya offline store.

Setelah browsing sana-sini, saya memiliki beberapa kandidat stroller idaman.

1. Nuna Mixx
2. Mamas & Papas Urbo 2
3. MacLaren Techno XLR
4. BabyStyle Oyster 2
5. Peg Perego Si Switch

Dan toko yang menjadi tujuan saya untuk melihat, meraba, dan membeli stroller ini adalah Sweet Mom Shop di daerah Pluit. Selain toko offline, juga melayani pemesanan via online, akun LINE, BBM, dan Whatsapp. Jadi bisa tanya-tanya dulu sebelum pesan atau memutuskan langsung datang ke toko offline-nya. Mengapa jauh-jauh ke Pluit? Well, sebenarnya saya sudah coba mampir ke ITC Kuningan tapi karena sudah dekat Lebaran, kondisi ITC Kuningan (dan ITC-ITC lain di Jakarta) lagi 'lucu-lucunya' (atau 'ganas-ganasnya') sehingga menyulitkan saya untuk tanya-tanya mengenai stroller. Selain itu, pilihan merek dan tipe stroller juga sangat terbatas.
Perlu diketahui, Sweet Mom Shop ini letaknya di dalam komplek. Tokonya juga nggak seperti toko atau ruko, lebih seperti rumah biasa yang dijadikan toko (sekaligus gudang) sehingga penuh tumpukan kardus baby gear. Nggak semua barang dipajang, jadi lebih baik kita langsung tanya ke Mas Penjaga Toko mengenai barang yang kita incar. Si Mas Penjaga Toko bisa bantu mengambilkan barang di gudang mereka dan membuka kardusnya supaya kita bisa inspeksi lebih lanjut. Kalau nggak jadi beli juga nggak apa-apa, no hard feeling ke Si Mas.

Last but not least, here's the stroller that we decided to take home for baby!
Mamas & Papas Urbo 2 in Chestnut Tweed
Pros:
- Reversible, dudukan stroller bisa diangkat dan dipindah sesuai dengan keinginan kita si bayi ingin menghadap mana - menghadap kita yang mendorong atau menghadap ke luar (inward / outward facing).
- Rangka stainless steel, lebih kokoh dibandingkan stroller Mamas & Papas tipe lain (Sola dan Armadillo Flip) tapi tetap ringan.
- Ada bumper bar alias bar pengaman di bagian depan, dilapis faux leather - sama seperti bagian handle pendorongnya. Tipe Sola dan Armadillo Flip nggak punya bumper bar ini.
- Pilihan warna yang beragam dan cenderung nggak mencolok. Sebenarnya saya naksir warna Mulberry (plum kemerahan) tapi sepertinya kurang netral. Akhirnya kami pilih warna Chestnut - untuk warna ini kebetulan materi kain pelapisnya terbuat dari tweed sehingga terlihat vintage. Love!
- Ketika dilipat, bentuknya cenderung persegi - tidak memanjang seperti MacLaren, sehingga pas banget di bagasi mobil 'mini' saya. Lebih compact dibandingkan Nuna Mixx.
- Dudukan stroller lumayan empuk sehingga tidak perlu ditumpuk selimut / alas stroller yang tebal.
- Sudah memiliki all-wheels suspension (kata suami ini penting tapi saya nggak mudeng) dan rem stroller yang mudah dibuka-tutup dengan ujung kaki kita sehingga nggak merepotkan.
- Dapat jaring anti nyamuk yang disimpan di kantong di bagian sandaran kaki.

Update setelah 3 bulan pemakaian
- Stroller ini bukan termasuk golongan stroller ringan karena model dan materialnya membuat stroller ini kokoh. Kalau ibu-ibu mau angkat stroller ini sendirian, pas mau dimasukkan ke bagasi misalnya, lumayan terasa beratnya yang sekitar 9kg. If you are considerably petite, don't go for this one.
- Karena beratnya juga, saya dan suami tidak berani untuk membawa stroller yang sedang dinaiki putri kecil kami lewat eskalator - kami selalu lewat lift ketika jalan-jalan di mal. Pernah coba satu kali naik lantai melalui eskalator dan kami kapok. Secara peraturan, stroller memang tidak boleh lewat eskalator - bisa dilihat di stiker yang ada di ujung eskalator, pasti ada gambar stroller disilang. Tapi saya lihat masih banyak orangtua yang membawa stroller melalui eskalator dan tidak ada teguran dari pihak mal. Parents, I think it's better to be safe than sorry.
- Membuka dan melipat kembali stroller ini perlu latihan. Saya hitung ada 4 langkah dasar supaya stroller ini dapat digunakan / disimpan, yaitu melipat / membuka rangka, membuka / mengunci rem roda depan, membuka / mengunci rem roda belakang, memanjangkan / memendekkan batang kendali. Semuanya sih mudah dilakukan asal sudah terbiasa, tapi memang stroller ini bukan sistem buka-tutup 1 langkah.
- Ternyata nggak muat di bagasi mobil Mazda 2, harus bongkar tutup bagasi dulu supaya muat. Yang mana lumayan repot. Akhirnya, terpaksa bertukar mobil dengan suami supaya stroller selalu disimpan di bagasi (ini sih HORE banget untuk saya, jadi bisa pakai mobil suami!).
- Karena rangkanya dari metal, otomatis bisa jadi sedikit panas ketika terpapar panas / sinar matahari. Tapi bagian metal ini tidak mengenai bayi, kok. Paling hanya menyulitkan ketika kita melipat / membuka stroller.
- Untuk bayi yang masih kecil dan belum banyak gerak, sabuk pengaman bisa hanya dipasang di bagian bawah - sehingga tidak perlu melewati bahu dan tangan. Bayi terlihat lebih nyaman dengan model sabuk pengaman seperti ini.

Overall, saya (masih) suka pakai stroller ini. Bayi terlihat nyaman dan aman di dalamnya, kami yang mendorong pun tidak menemui kesulitan berarti saat pemakaian. Harga sesuai kualitas, jadi kami puas.

3 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. hi mba, mau nanya ada car seat yg bs di pakai di urbo 2 gak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo dear, setauku Mamas&Papas punya carseat adapters untuk Maxi Cosi tapi nggak tau di sini ada yg jual atau nggak. Aku nggak cari carseat yg sepasang krn udah punya carseat merek lain.

      Delete

 
Images by Freepik