Thursday, April 28, 2016

Untuk Anakku (Yang Masih Rencana Tuhan)

nak.. 
maaf, ibu membangunkanmu. 
dari tidur panjang, 
mimpi teduh, 
dan damai milikmu. 

menangislah.. 
karena kecewamu. 
dan biarkan aku menangis, 
karena sanggup melahirkanmu. 

menangislah, nak.. 
dunia memang jahat, 
darah memanas dan bumi meranggas. 
menangislah.. 
karena disisa untukmu setempat, 
untuk memijak tanah keras. 

menangislah.. 
karena takdir manusiamu. 
aku ibumu, 
dan pria yang mengasihiku, 
berdua menjagamu. 
mohonkan restu, 
dari Penguasa Marcapada Yang Satu. 

No comments:

Post a Comment

 
Images by Freepik