Thursday, December 3, 2015

#FlashbackFriday: Big Fat Positive

December 2, 2015 would be a very memorable date for us. We finally got to make our first BIG, FAT POSITIVE announcement to the world!

Alhamdulillah... Our happiness is beyond words. We can only praise Allah for this opportunity.

Setelah menjalani IUI (inseminasi buatan) di awal Oktober lalu dan belum berhasil, kami berdua sepakat untuk istirahat sejenak dari aktivitas TTC aka bolak-balik ke dokter, minum obat ini itu, suntik macam-macam. We didn't want to know why we failed the IUI, we just thought kalau itu memang belum waktunya. We needed our time-off, we just wanted to relax and stay positive. Meski si istri sempat cari-cari informasi ke beberapa RS tentang IVF (bayi tabung) secara sembunyi-sembunyi juga sih... Maklum, namanya juga kepingin berat. 

Di tengah masa cuti dari aktivitas TTC ini, saya merasa lebih rileks, sabar dan berserah. Berusaha ikhlas ini memang susah banget, tapi saya menyibukkan diri dengan menyelesaikan pekerjaan, baca buku, online shopping (ehm!), banyak browsing merencanakan liburan tahun depan, dan paling utama, berusaha memperbaiki ibadah. I would say it is quite effective because you have other things you can focus on and improve, rather than stuck and wallow in sadness. Kudos to my husband for supporting me, too. Juga untuk Mama yang sabar menasehati dan sabar menunggu, I know she wants a baby as much as we do.

Other than that, I (or we) didn't do anything differently.

Sejak akhir bulan November, saya mulai merasakan seperti gejala masuk angin. Bangun pagi, badan rasanya sakit semua seperti habis tanding tinju lawan Manny Pacquiao. Makan milih-milih banget, maunya yang berkuah bening, nggak berbumbu menor. Pusing ketika di mobil, ngantuk berat setelah makan siang di kantor. Beberapa hari itu, saya masih mengganggap masuk angin, karena cuaca kan lagi nggak bagus dan di kantor dinginnya ngalah-ngalahin kulkas tukang es batu. Saya sudah tahu kalau seharusnya tanggal-tanggal tersebut sudah dekat hari menstruasi tapi santai dan nggak mau GR karena bulan lalu pun sempat telat 5 hari.

Nah, di pagi hari tanggal 2 Desember ini saya merasa kram perut. Padahal sudah mandi dan siap-siap ngantor, tapi si perut protes keras. Akhirnya Mr. SO jatuh kasihan dan menawarkan antar ke RS. Masih denial dan nggak mau kepedean meski sudah telat 8 hari, malah lebih takut kalau ada sakit lainnya di perut.

Setibanya di RSPI Puri Indah (I think this hospital's name is weird, Pondok Indah or Puri Indah? Can you just settle for one location?), kami sepakat untuk mengunjungi obgyn. Suster bertanya, "Ibu, ada keluhan apa?" Saya jawab, sebenarnya sudah telat semingguan dan pagi ini nyeri perut. Suster pun langsung menanyakan apa sudah melakukan uji dengan testpack, ketika saya menggeleng suster pun langsung menawarkan untuk uji testpack. Supaya lebih pasti ketika bertemu dokter, katanya.

Then it happened... I could not believe my eyes when I saw two thick lines.

Those Two Fat Lines!

I cried. Alone, in the hospital's restroom. It was an undescribable feeling of... Joy. Relief. Anxious. Campur sari banget rasanya.

When I got out, I hugged Mr. SO and he looked back at me with that Told-You-So face. Yes, he is a true optimist who keeps on saying that we can get through this, we just need to wait for the right time.

Kami pun masuk ke ruangan dokter. He did a USG on my abdomen, he found the sac - it's small, only 0.6 cm. He told us to be catious and stay healthy. Nggak banyak obat yang diberikan, hanya Utrogestan dan Folavit. Kontrol berikutnya 2 minggu mendatang.

We're truly grateful. Nggak putus-putus berdoa dan berupaya agar perkembangannya bagus dan sehat.

Miracle does happen. Never too late, never too soon. It is exact and definite. We just need to believe in God's perfect timing. 

Subhanallah.

No comments:

Post a Comment

 
Images by Freepik